Monday, 22 December 2014

Alasan Seseorang Jatuh Cinta

Malam itu Sunaryo baru pulang dari rumah Aminah, mantan kekasihnya. Sunaryo pulang dengan hati yang patah dan semangat yang mulai melemah. Rasa cinta Sunaryo pada Aminah baru saja berkurang sejak kejadian tadi sore.

"Yo, aku mau ngomong sama kamu." kata Aminah, membuka obrolan, "Ini tentang hubungan kita yang sudah berjalan 347 hari."

"Iya, ngomong aja, Mi." jawab Sunaryo, dengan senyum lebar di wajahnya.

"Jadi gini, Yo," kemudian Aminah menghela napas sebelum buka suara, "Aku mau kita putus."

Sunaryo yang saat itu sedang meneguk es jeruk, tiba-tiba tersentak oleh apa yang barusan ia dengar. "APPAH?! PUT-PUTUSH? KOK RASANYA AKU KAYAK ABIS NELEN BIJI JERUK, YA?!"

"Yee.. kamu emang nelen biji jeruk, Yo. Itu belum disaring sama kamu."

"Oh, pantes. Sorry, sorry.."

"Jadi gimana, Yo? Aku udah bosen sama kamu. Aku mau putus aja. Semoga kamu bisa nerima keputusan aku. Dan semoga, kesemogaan aku itu benar."

Sunaryo terduduk lemas sambil menundukkan kepalanya.

"Yo?"

"Ya udah, Mi, aku terima kok. Semoga ini yang terbaik buat kamu. Meski aku tahu, sulit untuk melepas semua kenangan yang pernah kita lalui."

Sore itu, Sunaryo mencoba bersikap dewasa walaupun ia tahu, bahwa hatinya sudah hancur berkeping-keping bagaikan pasir yang berhamburan tertiup angin.

Sesampainya di rumah, Sunaryo langsung meminum air jamban hingga tetes terakhir. Dan semenjak kejadian itu, Sunaryo tidak pernah terdengar lagi sampai sekarang.

***

Nah, ngomongin soal cinta dan patah hati, kalian familiar nggak dengan kalimat, "Kita putus aja ya, aku udah bosen sama kamu." seperti di atas? Pasti familiar dong. Kalian kan, emang ngebosenin. *dikeplak*

Wajar nggak sih, kalimat 'udah bosen' itu dijadiin alasan buat minta putus? Kalo menurut gue sih, wajar-wajar aja. Kenapa? Karena jatuh cinta itu berjuta rasanya.. dan berjuta pula alasannya. Yap, bosen itu bisa dibilang wajar kalo alasan waktu jatuh cintanya aneh-aneh. Well, sekarang gue mau berbagi ilmu seputar alasan seseorang jatuh cinta.

-Peraturan pertama: tidak ada satu pun manusia yang sempurna, sampai kalian jatuh cinta pada mereka.


Sepakat? Oke, mari kita mulai ke pembahasan!

***

Menurut riset yang gue lakukan bersama anak-anak SDN Sejahtera, Bandung, remaja masa kini masih banyak yang mudah patah hati, bahkan parahnya lagi sebagian besar dari mereka sering frustasi. Faktor utamanya mainstream: karena cinta.

Yoi, men. Remaja masa kini itu rentan galau. Ini juga sih, yang cukup meresahkan gue kalo mau jalan-jalan. Main ke mall, ada yang galau. Main ke taman, ada yang galau. Sampe main ke tengah jalan pun ada yang galau. Begitu gue tanya, "Mbak, kenapa galau di tengah jalan?" dia jawab, "Emangnya kenapa? Masih mending di tengah jalan. Daripada di twitter? Nyampah doang. Hih."

Iya bener juga sih.. -__-

Buat kamu-kamu yang masih sering galau di twitter, kalian nyampah doang! *bukan gue yang bilang*

Berhubung hal ini sangat mempengaruhi masa depan Indonesia menuju negara yang lebih baik, maka dari itu, gue dan anak-anak SDN Sejahtera pun jadi tertarik untuk menyelidiki kasus patah hati yang masih sering terjadi. Dan setelah beberapa tahun meneliti, akhirnya kami pun berhasil memecahkan misteri! *Backsound: Queen - We Are The Champions*

In the end, ini lah beberapa alasan seseorang jatuh cinta, yang akhirnya membuat kebanyakan remaja-remaja Indonesia menggila.

1. Jatuh Cinta Karena Kagum

Alasan yang satu ini cukup sering diminati oleh remaja-remaja kampret masa kini. Mereka jatuh cinta pada seseorang hanya karena kagum. Kagum karena apa? Karena apa saja yang mampu menarik perhatiannya. Bisa jadi karena si doi punya sesuatu yang kalo lo pacarin, bisa lo banggain ke temen-temen. Misalnya aja, si Sunaryo itu salah satu anggota boyband. Pasti kronologinya bakal seperti ini:

Suatu hari, Aminah sedang jalan-jalan sore di taman bersama kedua temannya. Kegiatan ini memang sering dilakukan oleh mereka bertiga. Sebagai anak muda yang kekinian, mereka pasti jalan-jalan di taman dengan tujuan bisa dapet gebetan.

Di saat yang bersamaan, Sunaryo dan kawan-kawannya juga sedang ada di taman itu. Sunaryo adalah salah satu anggota boyband ternama. Dan kebetulan, salah satu teman Aminah mengenal boyband Sunaryo.

"Mi, lihat deh, cowok yang ada di sana." kata salah satu teman Aminah, sambil menunjuk ke atas pohon pisang. "Itu tuh, cowok yang lagi gelantungan itu!"

"Iya, iya, aku lihat. Kenapa emang?"

"Ih, masa kamu nggak tahu? Dia itu kan, si Sunaryo! Salah satu anggota boyband ternama! Itu, lho, yang sering nari sambil nyanyi (kadang lipsing) di tv!"

"Boyband ternama? Kok aku baru tahu?" tanya Aminah, yang mulai curiga kalo temennya itu cuma bercanda.

"Duh, maksud aku, nama boybandnya emang 'Boyband Ternama'. Mereka emang belum terkenal. Tapi lumayan kan, kalo bisa pacaran sama boyband?"

"Emang apa enaknya pacaran sama boyband?" tanya Aminah lagi, penasaran.

"Ah, kamu emang oon, ya!" cetus teman Aminah, sedikit meledek, "Pacaran sama boyband itu enak. Kita bisa tuker-tukeran kosmetik sama si doi. Belum lagi tukeran baju? Kan, baju boyband itu sexy-sexy, cyin.."

Aminah mulai tergiur oleh kata-kata temannya.

"Gimana, Mi, kamu tertarik nggak sama dia?" tanya temannya Aminah, mencoba memancing suasana.

Aminah menggaruk kepalanya, "Hmm.. lumayan sih, kalo aku bisa pacaran sama dia, uang belanja aku bisa lebih awet. Hihi."

"Ya udah, kamu kenalan aja gih, kamu samperin dia, terus kamu minta nomor hp-nya. Buruan!"

"OKE!" jawab Aminah, mantap.

Kemudian Aminah mendekati Sunaryo yang masih gelantungan di pohon pisang.

"Hey, kamu Sunaryo, kan? Lagi ngapain di situ? Kok gelantungan gitu? Hihi." kata Aminah, membuka obrolan.

"Oh, hey juga." jawab Sunaryo, "Iya nih, aku lagi latihan koreografi buat video klip single terbaru boyband kami. Hehehe."

"Hmm.. pasti keren deh!" timpal Aminah, mencoba memuji, meski dalam hati: "lo ngomong apaan sih? Gue nggak ngerti!"

Begitu lah orang yang jatuh cinta karena kagum. Apapun yang dilakukan si doi, pasti akan terlihat oke. Apapun yang dikatakan si doi, pasti akan terdengar keren. Dan apapun yang ditunjukkan si doi, pasti akan menarik. Kenapa? Karena itu lah yang membuat mereka jatuh cinta. Yang ada di pikirannya: terserah lo aja lah. Yang penting gue bisa pacaran sama lo.

"Iya dong, pasti keren. Doakan saja ya! Hehe." jawab Sunaryo, sedikit tersipu malu.

Semenjak perkenalan itu, Aminah dan Sunaryo semakin dekat. Hubungan mereka mulai berjalan mulus sesuai rencana Aminah. Kenapa bisa? Karena Aminah selalu memuji Sunaryo dalam hal apapun. Tentu saja, Sunaryo merasa dirinya spesial di mata Aminah.

Tiga bulan pacaran, mereka mulai sering tukeran kosmetik. Lima bulan pacaran, mereka mulai sering tukeran cosplay. Sepuluh tahun pacaran, boyband Sunaryo bubar karena mereka sudah tua. Iya, sekeren-kerennya boyband, tetap saja: tidak ada seorang pun yang sudi melihat sekumpulan kakek-kakek joget di atas panggung sambil pake daster.

Semenjak boyband Sunaryo bubar, perlahan semua kosmetik dan baju-baju Sunaryo tidak bisa dinikmati lagi oleh Aminah. Perlahan semua kenikmatan yang dulu dirasakan Aminah, mulai memudar. Dan saat itu lah, Aminah bisa bilang, "Yo, aku mau kita putus aja. Aku udah bosen sama kamu."

Kenapa Aminah bisa bosen? Karena semua yang dulu ia kagumi, sekarang sudah tidak ada lagi. Semua yang dulu ia nikmati, sekarang sudah tidak terasa lagi.

-Peraturan kedua: semua yang bersinar kelak akan pudar. Ingatlah, kawan, roda masih berputar.

Kalo lo mau mencintai seseorang, jangan cintai dia karena suatu kekaguman. Kenapa? Karena saat faktor kagum itu hilang, rasa cinta lo juga bakal hilang.

2. Jatuh Cinta Karena Obsesi

Untuk alasan yang kedua ini, biasanya cenderung diminati oleh cowok-cowok. Entah kenapa, obsesi cowok itu lebih tinggi daripada ambisi. Oke, buat yang belum bisa bedain: obsesi itu penasaran, kalo ambisi itu keinginan. Sebagian besar cowok mengutamakan obsesi dalam hal cinta. Untuk lebih jelasnya, silakan simak contoh berikut ini:

Pagi itu Sunaryo terbangun dari mimpi bisa pacaran sama Aminah. Iya, cuma mimpi. Aminah adalah gadis manis berkacamata, yang memiliki bibir sexy menggoda, kulit putih seperti bule Australia, dan rambut yang panjang sampai pangkal paha. Saking panjangnya, Aminah sendiri sampai kesulitan untuk membedakan mana rambut dan mana bulu halus yang tumbuh dari pantatnya.

Aminah juga dikenal sebagai wanita idaman kampus. Dari sekian banyak gadis yang kuliah di kampus itu, hanya Aminah seorang yang mampu membuat cowok-cowok jadi penasaran. Bukan karena kecantikannya, bukan juga karena hartanya, tapi ini semua karena Aminah sangat sulit didekati oleh siapa pun. Yap, Aminah memang terkenal sangat cuek pada cowok-cowok.

Dan seperti biasa, hal pertama yang dilakukan Sunaryo ketika bangun dari tidurnya adalah: memikirkan bagaimana cara untuk mendapatkan hati Aminah hari ini?

Berbagai cara sudah Sunaryo lakukan untuk Aminah. Malang nasibnya, ia selalu gagal di setiap uji cobanya. Dari sekian juta cara yang pernah dilakukan, tidak pernah sekali pun Aminah melirik usahanya.

"Hi, Mi? Kamu cantik deh hari ini." kata Sunaryo, menyapa Aminah di suatu pagi.

"Iya, makasih. Tahun lalu juga mantan aku bilangnya gitu." jawab Aminah, datar.

"Hi, Mi? Kamu manis banget deh hari ini." kata Sunaryo, menyapa Aminah di lain hari.

"Iya, makasih. Barusan anak fakultas sebelah juga bilangnya gitu." jawab Aminah, yang lagi-lagi masih dengan nada yang datar.

"Hi, Mi? Hari ini, siapa yang udah bilang kalimat sapaan yang mau aku bilang hari ini?"

Aminah bingung.

Semua cara yang dicoba, selalu berakhir dengan sia-sia. Tak satu pun berhasil memikat hati Aminah. Sempat satu waktu, Sunaryo berencana pergi ke dukun untuk menyantet Aminah.

"Jadi gini, Kun, saya lagi jatuh cinta sama temen di kampus. Tapi dia cuek banget. Pak Dukun bisa bantu saya buat nyantet dia supaya jatuh cinta sama saya nggak?"

"Namanya Aminah, ya?"

"Wah, Pak Dukun bener-bener sakti! Sampe bisa tahu nama orang yang saya taksir, nih! Ngomong-ngomong, tahu dari mana, Kun?"

"Ah, biasa.. kemarin-kemarin juga dosen kamu dateng ke sini."

Hening.

Nyantetnya nggak jadi.

Namun semua ini tidak mengalahkan obsesi Sunaryo. Kenapa? Karena semakin sulit mendapatkan Aminah, justru rasa penasaran itu semakin besar. Hingga akhirnya pada suatu hari, Aminah pun mau menerima cinta Sunaryo, meski hanya karena kasihan.

"Mi, aku udah lama cinta sama kamu. Kalo dihitung-hitung, udah 10 kali ngulang kejuruan aku di kampus ini. Tahu nggak kenapa? Karena aku nggak pernah bisa belajar serius, aku kepikiran mulu sama kamu."

Begitu lah.. Aminah udah jadi sarjana muda, Sunaryo masih berstatus sebagai mahasiswa tuna wisuda.

"Ya udah, aku mau pacaran sama kamu." jawab Aminah, yang kasihan melihat Sunaryo.

Siang itu, Sunaryo gembira bukan main. Setelah sekian lama memendam rasa, akhirnya semua perjuangan Sunaryo terbayar lunas oleh jawaban Aminah.

Seminggu pacaran, Aminah mulai tidak cuek pada Sunaryo. Sebulan pacaran, Aminah mulai sayang pada Sunaryo. Tiga bulan pacaran, Sunaryo mulai merasa bosan. Dan saat itu lah, Sunaryo memutuskan Aminah dengan teganya.

Kenapa? Karena sekarang sudah tidak ada lagi yang harus dipikirkan oleh Sunaryo. Sekarang semuanya sudah mainstream. Hidup Sunaryo tidak ada tantangan lagi. Kalo dulu Sunaryo harus sibuk mikirin gimana cara dapetin hati Aminah setiap bangun tidur, sekarang udah enggak. Malah Aminah jadi sering ngucapin selamat pagi lewat BBM. Kalo dulu Sunaryo harus marah-marah sebelum tidur karena gagal dapetin hati Aminah siang tadi, sekarang udah enggak. Malah Aminah jadi sering nelepon Sunaryo dan ngucapin selamat tidur. Sekarang udah nggak ada lagi yang bikin Sunaryo penasaran.

-Peraturan ketiga: tidak semua yang kita inginkan, adalah apa yang kita butuhkan. Apalagi yang hanya sebatas penasaran?

Utamakan apa yang lo butuhkan, baru lah ikuti apa yang lo inginkan. Kalo jatuh cinta hanya karena penasaran, mending nggak usah pacaran.

3. Jatuh Cinta Karena Ingin Langgeng Selamanya

Kalo ini alasan paling absurd yang pernah gue dengar. Biasanya diminati oleh mereka-mereka yang pernah pacaran lama, tapi berujung ditinggalkan begitu saja. Dari pengalaman pahit itu lah, muncul rasa ingin punya hubungan yang langgeng selamanya.

"Gue pengin pacaran langgeng sampe jadi kakek-nenek!"


Tenang, di panti jompo nggak ada batasan status hubungan kok.

Buat kamu-kamu yang tergolong ke tipe ini, jangan. Please, jangan punya keinginan yang nggak masuk akal. Lagian, pacaran sampe tua itu bakal ada bosennya. Nggak percaya? Cobain aja.

4. Jatuh Cinta Karena Nyaman

Dan ini adalah alasan yang terakhir, tapi jarang banget diminati. Ada sih, beberapa orang yang masih meminati alasan yang satu ini. Gue contohnya. Kalo orang-orang sok bijak, biasanya bilang, "Jatuh cinta itu tanpa alasan!" itu bullshit, men. Nggak ada yang namanya jatuh cinta tanpa alasan. Yang ada juga jatuh cinta karena nyaman.

Siklusnya kayak gini:

Biasa barengan - Mulai muncul rasa nyaman - Timbul rasa saling membutuhkan.

Supaya lebih paham, silakan baca ilustrasi berikut ini:

Katakanlah Sunaryo dan Aminah adalah teman bermain sejak kecil. Mulai dari usia balita, mereka sudah biasa untuk bersama. Makan barengan, mandi barengan, cukur kumis barengan, sampe tidur pun barengan. Iya, semuanya dilakukan barengan. Cuma tempatnya aja di rumah masing-masing. *Yang penting barengan, kan?*

Beranjak ke usia remaja, Sunaryo dan Aminah memasuki sekolah yang sama. Meskipun mereka beda kelas, tapi mereka suka jajan bareng, kalo bel istirahat sudah berbunyi. Mereka juga suka ke perpustakaan bareng, kalo udah janjian sebelumnya. Dan mereka juga suka nongkrong di bawah pohon beringin depan sekolah malem-malem, kalo keduanya lagi nggak ada kerjaan.

Kegiatan sehari-hari mereka selalu dihabiskan bersama-sama. Kadang berjemur di sawah, kadang berendam di sungai, kadang juga ngobrolin hukum newton dan gaya gravitasi bumi meski keduanya samasama nggak ngerti. Bodoh? Mungkin. Tapi bagi mereka, melakukan hal gila dan ngobrolin sesuatu yang nggak ada habisnya itu adalah momen paling berharga di hidupnya.

Singkat cerita, Sunaryo harus merantau ke luar kota karena tuntutan ekonomi keluarga. Orangtua Sunaryo memang sudah lanjut usia dan tidak mampu meneruskan kerja. Sebagai anak satu-satunya, mau tidak mau Sunaryo harus bekerja di luar kota, dengan harapan bisa pulang membawa uang segudang untuk menghidupi keluarga kecilnya.

Beberapa bulan pertama, semuanya terasa biasa-biasa saja. Tapi di beberapa bulan berikutnya, baru lah terasa, bahwa ada sesuatu yang berbeda. Sunaryo merasa ada yang kurang. Di kota sekarang ia tinggal, tidak ada sawah atau pun sungai. Sunaryo tidak bisa lagi menghabiskan waktu bersama Aminah, sahabat terbaiknya.

Di sisi lain, ternyata Aminah pun merasakan hal yang sama. Ia merasa ada sesuatu yang kurang. Semenjak kepergian Sunaryo, sekarang hari-hari Aminah terasa monoton. Waktu berlalu lebih lama dari biasanya. Selain itu, sekarang Aminah tidak punya lagi teman ngobrol yang mau diajak ngobrolin hukum newton atau pun gaya gravitasi bumi.

Setelah sukses bekerja di kota, Sunaryo pun pulang ke kampung halamannya. Begitu melihat sosok Aminah yang sedang berbaring santai di sawah, Sunaryo merasa gembira. Sangat gembira. Hatinya berteriak seolah baru menemukan sesuatu yang sudah lama ia cari. Apa? Kenyamanan.

Iya, kini Sunaryo sadar, bahwa ia telah jatuh cinta pada Aminah. Semua kebiasaan-kebiasaan yang dulu mereka lakukan, membuat mereka menjadi saling membutuhkan. Terlebih, mereka saling membutuhkan karena kebiasaan yang menciptakan rasa nyaman.

Akhirnya Sunaryo pun menikah dengan Aminah, dan mereka hidup bahagia selamanya.

-Peraturan terakhir: siapa orang yang mampu membuat lo nyaman? Yap, dia lah orang yang lo butuhkan.

Ketika lo sudah menemukan orang yang lo butuhkan, yang perlu lo lakukan hanyalah menjaga orang itu agar ia tidak hilang.

***

Well, itu lah riset gue bersama anak-anak SDN Sejahtera. Sebelum menulis postingan ini, gue sempat membuat tweet tentang cinta:


Abis ngetweet gitu gue langsung di-report as spam oleh Jokowi.

Menurut gue, jatuh cinta itu kayak naik waterboom. Butuh usaha dan tenaga untuk bisa naik ke atas, tapi langsung jatuh dalam sekejap. Dan setiap kali lo terjatuh, lo hanya perlu mengingat semua usaha yang pernah lo lakukan, dan saat itu juga lah lo bisa bilang: "Naik waterboom itu asyik!"

So, lo masih bisa jatuh cinta lagi. :))

***

Tambahan:

Siapa yang (dari tahun) kemarin-kemarin nonton film Home Alone (lagi) di rumah? Ngaku! Hahaha. Selamat hari Natal dan selamat tahun baru, mantemans!

Tetap keren dan mengagumkan. Ciao!

0 comments

Post a Comment