Sebelum lupa, pertama-tama gue mau ngasih tahu dulu kalo gue baru aja ganti email. Masalahnya email gue yang lama udah kebanyakan di-sycn ke sosial media. Jadinya, hampir 2-3 hari sekali gue dapet email masuk yang isinya cuma notifikasi. Kadang dari Path, Tumblr, Youtube, 4Shared, AVG, Id Hostinger, pokoknya banyak lah. Nah, daripada nanti gue ribet harus ngefilter email masuk, mending bikin yang baru aja. Satu khusus buat sosial media, satu lagi khusus buat kalian.
So, buat temen-temen yang mau saling sapa, tukar opini, atau transaksi jual beli kolor sama gue, silakan email ke: askdamn@gmail.com ;)
***
Oke, sebenernya gue pengin banget update blog dari kemarin-kemarin. Tapi beberapa hari ke belakang, gue lagi banyak kerjaan penting. Makanya niat mulia gue yang satu ini selalu terhambat. Huhuhu. Buat yang mau tahu gue ngapain aja kemarin-kemarin:
1. Benerin akun facebook punya Roetaliana
Gue punya adik kelas yang namanya Roetaliana (gue nggak tahu nama panjangnya apa). Kebetulan dia emang cukup deket sama gue. Semenjak dia nge-invite gue di BBM, kami mulai sering ngobrol. Apa lagi ngobrolin cinta. Sialnya, dia ngebahas urusan cinta sama pacarnya, gue ngebahas urusan cinta gue sama anak pembantu sebelah rumah. Parah abis.
Nah, kemarin-kemarin dia ngirim BBM lagi, tapi isinya lebih serius. Yaitu: minta tolong benerin akun facebook-nya yang nggak bisa dibuka, gara-gara dia lupa password.
Roeta: "Iya, jadi gitu, Kak. Aku lupa password fb aku. Gimana nih?"
Gue: "Gampang lah, itu mah. Benerin aja lewat email."
Roeta: "Justru itu masalahnya, Kak!"
Gue: "Apa?"
Roeta: "Aku juga lupa password email aku!"
Gue: *krik krik krik*
Roeta: "Gimana dong, Kak? Tolongin aku ya??"
Gue: "Ngg.. iyaa iyaa.."
Sebagai kakak kelas yang baik dan tidak cabul, tentu saja gue akan menolongnya dengan penuh kesabaran. Karena apa? Karena dia juga lupa password email-nya. Satu pertanyaan: GUE MAU NOLONGNYA GIMANA COBA?! Kalo tahu password email, pasti gampang dibenerin. Tinggal klik "lupa password", nanti bakal dikirim link notifikasi ke email, terus benerin. Lah ini? Email aja nggak bisa dibuka. Apa lagi sosial medianya? Suram banget. Ditambah lagi, email dia nggak terdaftar di Yahoo Id (karena dia pake email dari Yahoo). Gue juga nggak tahu kenapa, tapi email dia nggak terdaftar aja. Anehnya, kalo sign in facebook pake email itu bisa! Benar-benar luar biasa sekali, teman-teman..
Karena masalahnya jadi tiga: lupa password facebook, lupa password email, dan email itu nggak terdaftar di Yahoo Id, maka gue memulai dari yang paling gampang dulu. Yaitu masalah email nggak terdaftar, tapi bisa dipake buat facebook-an. Gue laporin masalah ini ke Customer Service Yahoo lewat twitter, terus gue dikasih link gitu. Gue buka link-nya, ternyata...
Nggak ngaruh.
Tapi karena gue orangnya percaya pada kata-kata: "Selalu ada penyelesaian dalam setiap masalah", maka gue pun langsung memutar otak (maksudnya bukan masukin otak ke mesin cuci juga), dan akhirnya gue dapet sebuah ide. Cara yang gue pake buat benerin akun si Roeta adalah:
Gue bikin email di Yahoo dengan alamat email yang sama kayak punya si Roeta. Yap, karena email facebook dia nggak terdaftar di Yahoo Id, ya udah, gue bikin email baru aja pake Id itu. Untungnya bisa. Hahaha. Abis itu gue minta link verifikasi dari facebook ke yahoo, terus klik link-nya, dan dengan ajaib, Julia Peres pun hamil. Eh, maksud gue: dengan ajaib, facebook si Roeta bisa dibuka lagi. Gitu.
Pesan moral: jangan remehkan password email kalian. Karena sejarang-jarangnya kalian buka email, sekalinya lupa password bakal repot. Email itu akar dari semua sosial media, lho. Ibarat gembok, email itu kuncinya. Maka dari itu, ingat baik-baik password email kalian.
2. Ngeditin makalah Rizqi Triani
Sebenernya yang ini udah agak lama. Tapi masih berhubungan sama menghambat niat mulia gue untuk update blog. Hahaha. Soalnya, gue update blog itu suka tengah malem. Jam terbang gue di depan komputer emang tengah malem. Nulis naskah tengah malem, update blog tengah malem, ngangenin mantan juga tengah malem. Khusus yang terakhir, biasanya gue suka susah tidur gara-gara itu.
Rizqi Triani itu masih mantan-mantan gue juga sih.. tapi sekarang kami udah berteman. Jujur, gue malah suka lupa kalo dia itu mantan gue. Rasanya kayak "dia temen gue" aja. Iya, inilah arti sebuah teman. Nggak terlalu mementingkan siapa dirinya, dari mana asalnya, atau bagaimana latar belakangnya. Selama kita bisa enjoy temenan sama dia, ya udah, nggak ada yang perlu dipermasalahkan. Sekali pun itu mantan kalian. Gila, bijak banget gue..
Masalah si Rizqi ini adalah: dia nggak tahu cara bikin footer di microsoft word. Kalo belum tahu: footer itu bagian paling bawah di setiap lembar halaman. Pernah baca buku, majalah, atau koran? Pernah tahu yang namanya "nomor halaman"? Nah, kira-kira itu lah yang namanya footer. Isinya kalo nggak nomor halaman, ya tulisan-tulisan gitu. Kalo buat makalah, biasanya isinya nomor halaman sama nama sekolah.
Berhubung gue pernah bikin naskah, alhamdulilah gue ngerti cara nyelesain masalah yang satu ini. Waktu itu gue minta makalahnya dikirim via email, terus gue benerin. Nah, ini yang jadi masalah gue: karena gue cuma punya waktu tengah malem, otomatis gue harus menyisihkan waktu untuk update blog, karena dipake buat ngedit makalah si Rizqi. Meskipun sebenernya gue ngedit makalah itu cuma 10 menit sih. Sisanya malah main game di komputer. Oke, yang ini gue cuma ngeles aja buat nggak update blog. Tapi percayalah, godaan main game itu berat sekali, men.. ciusan!
3. Pintu rumah gue rusak tengah malem
Kalo yang ini memang sedikit klise. Tapi, ini juga masih berkaitan dengan menghambat niat mulia gue. Jadi ceritanya, dua hari yang lalu bokap gue pulang ngantor jam 1 malem. Terus, kunci pintu rumah gue emang udah lama agak macet gitu. Nah, yang jadi masalahnya: kadang si kunci rumah nggak bisa dibuka!
"Bisa bukanya nggak, Ka?" tanya bokap, dari luar rumah.
"Susaaahh..." jawab gue, sambil berusaha ngebuka kunci.
"Kalo nggak bisa, dipaksa aja." timpal bokap, memberi solusi.
Gue, yang dari tadi udah keringetan karena kuncinya macet banget, langsung manggil si Kiki buat bukain kunci. Kiki itu emang pawang segala hal di rumah gue. Ototnya yang lumayan sering gue manfaatkan untuk pekerjaan yang berat-berat. Sedangkan gue yang kurus ini cuma bisa jadi mandor, dan menyemangati Kiki sambil teriak-teriak kayak Childleaders.
"Go Kiki Go Kiki Go!! Go Kiki Go Kiki GO!!" kata gue, sambil joget-joget megang pantat.
"HUMP!!" Kiki berusaha sekuat tenaga, ngebuka kunci pintu.
TIba-tiba, "Klak!" bukan, itu bukan suara kunci yang terbuka. Tapi suara kunci yang patah.
KUNCI RUMAHNYA MALAH PATAH, KAMPRET!
Gue panik.
Kiki panik.
Bokap gue tidur di teras karena bosen nunggu.
Kemudian, bokap gue masuk ke rumah lewat balkon. Iya, bokap gue memang berbakat jadi maling jambu. Beliau bisa manjat dinding, terus masuk ke balkon rumah. Curiga, bokap gue pernah disengat laba-laba kayak Peter Parker di film-fim Spiderman. Tapi bukan bokap gue yang jadi Spiderman, malah laba-labanya yang jadi BokapSpider. Atau dalam bahasa mudahnya: laba-laba itu langsung berstatus jadi suami. Tiba-tiba punya anak dan istri, tiba-tiba harus nyari nafkah, dan dia berjenggot. Keren.
Balik lagi ke persoalan. Setelah bokap gue masuk lewat balkon, kami bertiga pun segera membenarkan pintu rumah. Rencana kami: nyabut gagang pintu sama besi-besinya, buang bagian kunci patah yang masih nyangkut di lubang kunci, ganti sistem kunci rumah pake sistem selot.
"Nah, Ka, ini nih masalahnya." kata bokap, sambil ngoprek daleman kunci pintu.
"Apa masalahnya?" tanya gue.
"Si kuncinya macet karena ada yang nyangkut gitu."
"Jadi, harus gimana, nih?" tanya gue lagi.
"Ya harus dibongkar aja, terus ganti sama yang baru." jawab bokap, menjelaskan.
Gue berdiri di samping bokap, sambil terus memperhatikan si lubang kunci.
"Ini namanya mekanik, Ka. Kelihatan ringan, tapi sebenernya berat." sambung bokap, melanjutkan penjelasannya.
"Ooohh.. sama kayak move on, ya? Terlihat ringan, tapi sebenernya berat." kata gue, dengan nada santai.
Bokap pun ngunyah gagang pintu.
Dan malam itu, lagi-lagi gue nggak bisa update blog karena harus benerin pintu rumah. Hadeuh..
Besoknya, pintu rumah pun udah selesai dibongkar, dan ganti sistem pake kunci selot. Alhasil, rumah gue nggak bisa dikunci dari dalem. Soalnya cuma bisa diselot doang. Tapi nggak apa-apa, bentar lagi juga gue pindah rumah. Hahahaha. Dan sedikit rekomendasi supaya masalah ini nggak kejadian lagi, gue mengusulkan pada bokap untuk ganti sistem pintu. Ya, kalo sekarang masih pake pintu yang ada gagangnya, kalo nanti gue pengin pake pintu geser yang kayak pintu mall. Lebih keren dan lebih simpel.
4. Revisi dan self editing naskah LoL
Ini kegiatan penghambat niat mulia gue yang terakhir. Ceritanya, tanggal 21 Mei 2014 gue ngirim naskah nonfiksi berjudul LoL ke salah satu penerbit yang ada di Jakarta. Dari web resmi penerbit tersebut, konfirmasi naskah bakal dikabari setelah 4 bulan sejak naskah masuk. Otomatis, konfirmasi naskah gue tanggal 21 September 2014, dong? Nah, singkat cerita, tanggal yang sudah lama dinanti-nanti pun telah tiba. Gue seneng banget, karena sekarang lah kabar penentuan naskah gue diterima atau ditolak bakal ada. Tapi ternyata, gue nggak diterima, sekaligus nggak ditolak. Jadi? Betul. Gue DI-KA-CANG-IN!
Itu sakitnya lebih-lebih dari ditolak. Iya mending kalo ditolak, gue masih bisa ngirim ulang ke penerbit lain. Lah ini? Gue nggak dikasih kabar apa-apa. Itu sama kayak lo nembak cewek, tapi lo digantung sama dia. Diterima nggak, ditolak juga nggak. Please, gue bukan lah kolor jemuran yang bisa digantungin seennaknya.. please..
Nggak cuma diem, gue pun segera ngirim email ke penerbit tersebut, untuk menanyakan nasib naskah gue. Tapi apa? Gue tetep DI-KA-CANG-IN! Email gue nggak dibales. Bahkan udah tiga hari gue nunggu. Iya, gue ngirim email tanggal 21 September, tapi nggak dibales-bales juga.
Tapi gue nggak patah semangat. Demi naskah yang terabaikan serta terkacangkan, gue pun langsung kirim email ke editor dari penerbit tersebut. Beruntung, si editornya baik. Beliau langsung menghubungkan gue sama pemimpin redaksi penerbitnya! Terus, si peminpin redaksi bilang:
"Kami tak menemukan usulan naskah. Apa boleh dikirim kembali naskahnya ke email penerbit kami? Mohon maaf, mungkin ada gagal server di gmail yang sebelumnya. Karena beberapa bulan lalu sistem IT kami berubah."
Jadi intinya: naskah gue nyangkut lagi. Sama kayak naskah Kampus Paling Kampret yang pernah nyangkut, naskah LoL pun nyangkut dan harus kirim ulang. Penyelesaiannya juga sama. Naskah KPK gue benerin lewat editor penerbitnya, naskah LoL juga gue benerin lewat editor penerbitnya. Kenapa kedua naskah gue samasama bisa gitu ya? Buat temen-temen yang ngirim naskah di sekitaran bulan Mei - Juli 2014, coba tanya status naskah kalian.. kali aja nyangkut juga. Hehehe.
Tapi di sini gue ambil sisi positifnya aja: dengan harus kirim ulang, berarti gue masih sempet ngerevisi dan self editing sekali lagi. Kalo nanti hasilnya naskah gue diterima, berarti revisi sama self editingnya berhasil. Tapi kalo naskah gue ditolak, berarti nggak lama kemudian dunia akan hancur oleh serangan badai raksasa.
Nggak deng, bercanda gue..
Tapi, dari semua penghambat niat mulia gue ini, gue tetep bersyukur. Karena dengan adanya keempat penghambat tersebut, sekarang gue jadi punya materi buat update blog. Coba kalo nggak ada penghambat, mungkin gue bakal bingung mau nulis apaan sekarang. Hahaha. Kampret ya, alasan nggak ngeblog malah dijadiin materi. Tapi, di sini lah gue membuktikan bahwa menulis itu mudah. Toh nyatanya, apa pun bisa jadi bahan tulisan, kan? Hahaha.
Sebenernya ini gue cuma ngeles aja sih. Karena jujur, gue lagi nggak tahu mau nulis apaan. Akibat kurang bahan, maka curhat pun jadi penyelesaian. Ingat? "Selalu ada penyelesaian dalam setiap masalah!" Oke, yang ini gue ngeles lagi.
***
Tambahan:
Kemarin-kemarin, Raisa, adiknya temen gue ulang tahun. Selamat ulang tahun, Raisa!
![]()
Kamu emang mirip sama kakakmu..
Kalo nanti udah gede, jangan lupa main ke blog ini ya! Dan lihatlah potomu, betapa cantiknya kamu kalo berpose seperti itu.
***
Info penting:
Kemarin-kemarin, Raisa, adiknya temen gue ulang tahun. Selamat ulang tahun, Raisa!
Kamu emang mirip sama kakakmu..
Kalo nanti udah gede, jangan lupa main ke blog ini ya! Dan lihatlah potomu, betapa cantiknya kamu kalo berpose seperti itu.
***
Info penting:
Tanggal 1 Oktober nanti gue udah mulai prakerin. Dan karena gue prakerin dari jam 8 pagi sampe jam 5 sore, kayaknya mulai bulan Oktober gue bakal jarang ngeblog. Palingan seminggu sekali. Itu juga kalo nggak ada penghambat lagi. Hahaha. Tapi gue bakal usahain buat selalu nulis kok. Karena memang selalu ada cerita buat kalian semua. Hehe.. Love you, guys!
Sumpah, yang terakhir itu cuma buat pembaca ceweknya aja..
Sumpah, yang terakhir itu cuma buat pembaca ceweknya aja..
0 comments
Post a Comment