Friday, 5 September 2014

Cara Gaul Menanggapi Haters

Buat temen-temen blogger yang aktif banget di sosial media, pasti udah nggak asing dengan nama Kancut Keblenger. Ya, Kancut Keblenger adalah Komunitas Blogger Kreatif Indonesia, yang sudah ada sejak lama. Komunitas blogger yang satu ini juga sangat populer karena sudah pernah masuk ke beberapa media, dan sudah pernah menerbitkan buku di penerbit Bukune. Kalo kalian belum tahu, berarti kalian kurang gaul.

Nah, baru kemarin-kemarin gue dapet kabar kalo Kancut Keblenger kena bom followers di akun twitternya. Buat yang belum tahu: Bom followers itu semacam tindakan yang dilakukan sengaja dengan tujuan merusak akun target. Caranya simpel, kita tinggal bikin fake account (akun palsu/mati) dalam jumlah banyak, terus dipake buat ngefollow akun target.

Masalahnya adalah: Twitter akan mencurigai sebuah akun yang mengalami kenaikan followers dengan drastis, tanpa melakukan apa pun. Jadi buat kalian yang sering pake link atau aplikasi autofollowers buat dapetin banyak followers, mending berhenti dari sekarang. Daripada akun kalian di-suspend sama twitter.

Irvina Lioni, selaku founder Kancut Keblenger juga udah bikin "Surat Terbuka" mengenai masalah ini:

------

"Dear Kawancut dan teman-teman lainnya,

Saya Irvina Lioni selaku Founder Kancut Keblenger ingin menyampaikan rasa kekecewaan atas adanya pihak yang melemparkan bom followers ke Twitter @KancutKeblenger.

Hal ini berdasarkan analisa saya dan sebagian teman-teman Kawancut ketika sama-sama melihat adanya kelonjakan tidak normal terhadap followers @KancutKeblenger. Karena saya maupun teman-teman Kawancut selama bulan Agustus tidak melakukan aktivitas campaign apapun, menggunakan aplikasi untuk meningkatkan followers, mengklik akun mencurigakan, membeli followers, menggunakan Twitter Ads, serta alasan lainnya yang dapat meningkatkan followers begitu dahsyatnya.

Setelah melakukan tracking melalui twittercounter.com , akun @KancutKeblenger diketahui telah dibom sejak 15 Agustus 2014. Kami tidak tahu siapa pelaku yang telah sengaja membeli followers untuk akun @KancutKeblenger. Kami sangat menyesalkan dengan adanya pihak-pihak yang mengobral murah penjualan followers Twitter yang dapat dibeli hanya dengan memberitahukan username Twitter target. Sehingga hal ini tentu saja dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Ada pun kegiatan pemboman dari pihak-yang-entah-siapa tersebut dimaksudkan untuk melakukan automatic-suspend kepada akun komunitas kami. Sangat disesalkan."

Baca selengkapnya: klik di sini.

------

Oke, pertama-tama, gue juga nggak ngerti apa motivasinya orang yang menjual followers. Kenapa nggak jualan yang lebih bermanfaat aja gitu? Iya sih, jualan followers juga ada manfaatnya... buat mereka-mereka yang alay, dan menargetkan jumlah followers sebagai tujuan utama bikin twitter.

Kalo gue sih, jumlah followers bukanlah tujuan utama gue bikin twitter. Karena banyak sedikitnya followers itu nggak terlalu ngaruh untuk kehidupan nyata. Lagian, followers twitter itu fungsinya untuk berinteraksi. Bukan untuk dikoleksi. Lo pikir followers itu sejenis barang antik? Pake dikoleksi segala.

Kedua, meskipun gue nggak tahu siapa orang yang ngelakuin bom followers tersebut, yang jelas gue kesal karena Kancut Keblenger adalah komunitas blogger gue. Yap, gue emang baru join di Kancut Keblenger. Baru banget malah. Awal bulan September aja gue baru bikin kartu anggota digitalnya:

Dengan kancut di atas, kegantengan gue bertambah hingga 96 persen.

Tapi sekarang gue nggak akan membahas lebih jauh soal masalahnya. Gue mau bahas yang menjadi masalahnya. Yap, dalam kasus ini, akun twitter @KancutKeblenger kena bom followers dengan tujuan akunnya di-suspend sama twitter. Nah, orang yang melakukan bom followers ini kita sebut saja namanya Haters. Tunggu, kalian belum tahu haters? Haters itu orang yang melakukan tindakan tidak terpuji karena iri pada orang lain. Atau dalam bahasa mudahnya: haters itu orang yang sirik sama kita.

Betul. Sesuai dengan judul postingan kali ini, sekarang gue mau membahas tentang haters, dan bagaimana cara menanggapi mereka.

***

Sebelum masuk ke dalam materi, ada baiknya kita mengetahui dari mana datangnya para haters tersebut. Kalo menurut gue, haters itu bermunculan dari sebuah pencapaian yang kita lakukan. Jadi, mereka bakal dateng kalo kita udah berhasil ngelakuin sesuatu. Contoh:

Katakanlah di sebuah sekolah ada seorang siswa bernama Joni. Si Joni ini selalu menjadi ranking 1 di kelasnya. Tentu saja semua guru menyukai Joni karena prestasinya yang sangat baik. Selain guru, beberapa siswi juga mengagumi Joni karena di balik wajah gantengnya, Joni juga punya otak yang encer. Tapi, selain ada yang menyukai, ada juga yang membenci Joni. Siapa? Udah pasti siswa-siswa lain yang sirik pada si Joni karena mereka nggak bisa menyusul prestasi Joni.

Dari contoh di atas, bisa kita ketahui bahwa haters itu muncul saat Joni udah punya prestasi rangking 1. Penting diketahui, bahwa kalian semua pasti memiliki haters. Gue yakin, setiap orang pasti punya hatersnya masing-masing. Sebaik-baiknya manusia, pasti adaaa aja orang yang membencinya. Ya, pro dan kontra memang bakal selalu terjadi.

Setelah kalian mengetahu asal-usul haters, mari kita bahas ciri-ciri haters supaya kalian bisa mengenal mereka lebih jauh. Here goes!

Ciri-ciri haters:

1. Suka ngomongin orang dari belakang

Haters itu emang suka banget ngomongin orang dari belakang. Semacam no mention gitu. Biasanya mereka bakal ngomongin kita ke orang yang kenal sama kita juga. Dengan tujuan, orang-orang itu bakal ikut menjauhi atau membenci kita.

Tapi gue kasih tahu aja ya, kalo kalian punya temen yang suka ngomongin kejelekan orang lain ke kalian, saat orang yang diomongin lagi nggak ada, besar kemungkinan mereka juga bakal ngomongin kejelekan kalian ke orang lain, di saat kalian nggak ada. Waspadalah, mereka ada di sekitar kita!

2. Suka ngelakuin hal-hal jahat

Di sini maksudnya lebih ke action. Betul, nggak cukup ngomongin, kadang mereka juga bakal bertingkah. Tingkahnya bisa apa aja, yang penting menjatuhkan nama kalian. Serem ya..

3. Suka nyari kesalahan orang lain sekecil apapun

Harus diakui, haters itu emang suka banget nyari-nyari kesalahan kita, meski kesalahan itu nggak seberapa. Haters itu nggak peduli sama prestasi kita, nggak peduli sama semua perjuangan kita. Yang mereka peduliin cuma kesalahan dan kesalahan kita aja.
 
4. Suka ngefitnah dengan tujuan menjatuhkan orang lain

Yang ini masih sama kayak ngomongin, tapi lebih parah lagi. Kalo ngomongin, bisa aja apa yang diomonginnya adalah fakta, tapi yang jelek-jeleknya. Kalo fitnah, mereka udah mulai mengarang cerita yang disengaja untuk menjatuhkan nama kita.

Kalo dalam kasus si Joni anak rangking 1 tadi, maka para hatersnya akan membuat fitnah seperti ini:

"Si Joni ranking 1? Iya lah, dia kan nyogok guru!"

"Dia bisa ranking 1 karena beli kunci jawaban!"

"Si Joni itu macarin anak kepala sekolah! Terus kalo malam mingguan sering bawain martabak satu gerobak! Makanya dikasih ranking 1!"

Ya pokoknya mereka bakal mengada-ngada cerita gitu lah.

5. Nggak mau menerima kemenangan orang lain

Haters itu suka ngerasa sakit kalo ngeliat kita berhasil. Mereka bakal susah buat nerima kemenangan kita. Setiap kali kita berhasil mendapatkan pencapaian, mereka bakal terpacu untuk menjatuhkan kemenangan itu.

6. Hidupnya ribet karena sibuk ngurusin orang

Karena terlalu sibuk ngurusin hidup kita, terkadang hidup haters itu ribet. Mereka sering mencari maki, tapi lupa intropeksi diri. Mereka sering ngejelek-jelekin orang, tapi lupa sama kejelekannya sendiri.

7. Bermental Tempe karena pengecut

Perlu diketahui, sebagian besar haters selalu main belakang. Mereka nggak berani ngomongin di depan, mereka nggak berani bergerak sendirian. Mereka itu pengecut.

8. Haters lahir dari pantat tapir

Kalo yang ini gue nggak tahu gimana cara ngejelasinnya. Ini cuma poin tambahan aja supaya kelihatan banyak.

9. Seneng kalo orang lain susah

Haters bakal bahagia kalo kita berhasil dijatuhkan. Ya, karena mereka selalu ngerasa sakit melihat keberhasilan kita, maka mereka bakal seneng kalo melihat kita terjatuh.

Dari ciri-ciri di atas, kalian udah bisa kenali siapa haters kalian, kan? Coba deh, kalian inget-inget sejenak, siapa orang yang paling sering ngefitnah kalian, siapa orang yang suka menilai kalian sebelah mata, siapa orang yang paling sering nyari-nyari kesalahan kalian, siapa orang yang selalu ngelakuin hal iseng yang menjatuhkan nama kalian, siapa? Sumpah, itu bukan gue.

Sekarang, mari kita bahas apa tujuan dan prinsip hidupnya haters.

Tujuan haters:

1. Menjatuhkan nama baik kita
2. Menyusul kita dengan cara yang salah
3. Mengumpulkan dosa di sepanjang hidupnya

Prinsip haters:

1. Kurang kerjaan
2. Kurang pedoman
3. Kurang iman

Nah, setelah kalian mengetahui ciri-ciri, tujuan, dan prinsip hidupnya haters, sekarang kalian harus tahu bagaimana cara menanggapi mereka. Gue nggak mau aja, kalo kalian malah ikut kejebak sama permainan mereka. Gue kasih tahu ya, permainan haters itu: mereka bakal menang kalo kalian kepancing emosi, dan mereka akan kalah kalo kalian bisa tetap tenang. Maksudnya: kalo ada yang ngejelek-jelekin kalian, berusahalah untuk tetap tenang, dan jangan sampe ikut-ikutan emosi. Karena saat kalian kebawa emosi, kalian nggak beda jauh sama mereka.

"Manusia yang paling kuat bukanlah mereka yang pandai bergulat. Tapi manusia yang paling kuat adalah mereka yang mampu mengalahkan emosinya." karena emosi itu suatu kekuatan yang terkadang sulit untuk ditahan. Kalo kita udah kebawa emosi, pasti bakal gampang lupa diri. Marah-marah lah, ngomong kasar lah, banting barang lah, dan lain-lain. Jangan ya.. itu semua tidak baik, teman-teman.

Jadi, gimana cara nanggepin haters? Mudah saja: dadahin mereka.


Iya, kalo ada yang membenci atau iri pada kalian, cukup dadahin aja. Nggak usah ikut-ikutan emosi. Kenapa? Karena kalo kita bisa tetap tenang, nanti lama-kelamaan juga mereka yang bakal capek. Mereka bakal lelah, dan saat itu lah kita bisa bilang ke mereka: "Hidup itu singkat. Jangan dipersingkat lagi dengan hal-hal yang merugikan diri sendiri. Bertobatlah, kawan."

Niscaya, pahala kalian bakal nambah. Aamiin.

***

Masih berhubungan dengan haters, sekarang gue mau ngasih beberapa solusi supaya hidup kalian lebih enak untuk dijalani.

Kalo menurut gue, harusnya kita itu berterimakasih pada haters. Mengingat mereka pandai mencari-cari kesalahan kita sekecil apapun, maka manfaatkan hal itu. Jarang banget lho, ada orang yang mau peduli sama kesalahan kita? Iya, kan? Nah, karena haters itu suka mencari-cari kesalahan kita, maka secara tidak langsung kita jadi tahu sama kesalahan diri sendiri, yang mungkin nggak kelihatan sama kita atau pun orang lain. Ya meskipun cara penyampaian mereka emang kasar (dan cenderung bikin pengin nabok), tapi bukankah lebih baik jujur? Daripada penyampaian lembut tapi isinya kebohongan? Hehehe.

Karena penyampaian yang lembut tapi isinya bohong itu sama kayak: "Aku sayang banget sama kamu, aku gak akan pernah selingkuh, love you sayang!" tapi ngirim sms-nya pas lagi jalan sama selingkuhan. Kampret kan.

Selain berterimakasih, manfaatkan juga cacian mereka sebagai motivasi untuk lebih baik lagi. Kalo kalian udah berhasil membuat karya, dan ada yang mencaci karya kalian, maka jadikanlah itu sebagai pijakan untuk terus berkarya yang lebih baik lagi. Bukannya jadi down, dan berhenti berkarya. Kalo kata-kata mereka emang ada benernya, jadiin motivasi aja. Kalo kata-kata mereka ngawur, ya abaikan aja.

Nah, itu buat kalian yang udah berkarya. Kalo buat temen-temen yang sekarang masih mengejar mimpinya, dan ada yang menghina mimpi kalian, atau ngata-ngatain: "Ah, mimpi lo itu kejauhan! Lo gak akan bisa ngeraih mimpi itu!" pesan gue cuma satu: Teruslah maju.

Jangan berhenti meraih mimpi hanya karena sebuah cacian. Dan mereka itu salah besar, teman-teman.. gue percaya, "Tidak ada mimpi yang terlalu besar, dan tidak ada Pemimpi yang terlalu kecil." sekali pun kalian bukan anak orang kaya, bukan anak pejabat, bukan anak yang punya dua nyokap, kalo kalian mau berusaha, pasti Tuhan akan melirik usaha kalian. Untuk punya sebuah mimpi, kita nggak dibatasi oleh suatu ukuran. Kalian bebas bermimpi, kalian bebas bercita-cita, jadilah apapun yang kalian mau. Asal jangan jadi haters.

Bagi gue, sebuah mimpi itu belum luar biasa jika belum ada yang meremehkannya. Justru, ketika ada yang meremehkan mimpi kalian, berarti mereka sudah menganggap mimpi kalian itu luar biasa. Logikanya: kalo mimpinya biasa-biasa aja, mereka juga nggak bakal meremehkan kalian dong? Makanya, setiap ada yang meremehkan impian gue, gue selalu berterimakasih karena gue nggak salah punya mimpi. Yap, gue punya mimpi yang luar biasa.

Dan mari kita buktikan bersama-sama pada mereka, bahwa suatu hari nanti kita bisa ubah mimpi itu menjadi kenyataan. Kita bisa wujudkan semua angan-angan itu menjadi seusuatu yang nyata. Percayalah, mereka yang sekarang tertawanya paling keras terhadap mimpi kita, akan menjadi orang yang paling diam saat mimpi kita berhasil diwujudkan.

***

Oke, postingan kali ini gue akhiri dulu sampe di sini. Lumayan, broh.. jari pegel juga. Huhuhu.

Terakhir, kalo ada yang bilang: "Mimpi lo itu kejauhan!" percayalah..

"Tulisan ini tidak sependek jalan pikiran mereka."

***

Tambahan:

Barusan gue coba mention editor dari penerbit yang gue kirimin naskah, buat nanyain kabar sekalian minta konfirmasi naskah Kampus Paling Kampret:


Editornya baik banget nanggepin gue yang bawel ini.

Percakapan diakhiri dengan: gue diminta kirim ulang lagi naskahnya, langsung ke email si editor. Dan ini adalah ketiga kalinya gue ngirim naskah. Satu hal yang pasti: ternyata mau jadi penulis itu butuh kesabaran tingkat ekstra.

Ya, daripada mancing, mending jadi penulis lah.

0 comments

Post a Comment