Nggak kerasa satu bulan Ramadhan sudah kita lewati. Iya, bisa bilang “nggak kerasa” itu waktu pas mau Lebaran. Kalo ditengah-tengah puasa sih, pasti banyak yang dirasa. Lapar, haus, kangen mantan, banyak lah.
Lebaran tahun ini, banyak hal yang berubah. Contoh paling sederhana, dan menyedihkan adalah: gue nggak nemu kolak sama sekali. Sumpah. Sakitnya tuh di sini..
Selain nggak nemu kolak, beberapa mantan gue juga udah punya pacar baru. Mereka move on lebih cepat daripada yang gue bayangkan. Ternyata, gue terlalu mudah untuk digantikan. Huhuhu. Lebaran tahun ini juga gue lebih mudah minta maaf pada temen-temen karena ada aplikasi BBM. Hampir semua temen gue udah pada pake Android. Jadi, ngucapin Minal Aidzin bisa lebih mudah, cukup ngetik satu paragraf, lalu kirim broadcast ke semua kontak. Satu hal yang mengejutkan: setiap gue ngirim broadcast, kebanyakan pada bales, “Iya, maafin gue juga ya, Ka. Selama ini gue sering bercanda.” Buset. Kalo mereka pada minta maaf karena sering bercanda, kayaknya gue jadi mahluk paling berdosa tahun ini. Hmm..
Tapi, di samping semua kabar buruk itu, sekarang ada kabar gembira buat kita semua. Bukan, ini bukan soal kulit manggis yang ada ekstraknya. Kalo itu sih udah basi. Kabar gembiranya adalah: Sekarang buku dalam bentuk ebook udah mulai populer!
Tunggu, kalian nggak tahu ebook? Makanya, punya hp canggih itu dipake googling dong, jangan dipake stalk mantan doang. Huhu. Ebook itu singkatan dari Electronic Book, alias Buku Elektronik, yang artinya: dicetak dalam bentuk digital. Bukan bentuk kertas.
Apa bedanya ebook sama buku-buku biasa?
Bedanya adalah:
1. Ebook Mengurangi Pencemaran
Ebook itu nggak boros kertas, jadi bisa menghemat pencemaran. Karena pada kenyataannya: buku-buku yang dicetak dalam jumlah banyak, tapi kurang laku, bakal disimpen di gudang toko buku, dan kemungkinan besarnya dibuang. Entah dibakar, atau didaur ulang. Kalo pun buku itu laku, pastinya bakal jarang dibaca lagi sama yang beli. Ujung-ujungnya cuma jadi tumpukan lemari, atau ganjelan meja belajar doang. Nah, kalo buku digital, nggak bakalan lah numpuk di gudang, atau jadi ganjelan meja belajar. Soalnya buku digital itu bentuknya sama kayak tulisan yang lagi kalian baca ini. Yap, ebook itu bentuknya file. Jadi, kalo udah nggak kepake bisa dihapus dengan menekan tombol delete. Nggak jadi pencemaran, kan?
2. Ebook Nggak Mudah Hilang
Selain mengurangi pencemaran, ebook juga nggak boros tempat! Meningat bentuknya adalah file, otomatis ebook bisa disave di folder yang ada di hp kalian. Keuntungan lainnya: nggak bakal ada cerita “Ebook gue dipinjem temen, sampe sekarang belum dibalikin.” Yap, buku dalam bentuk kertas itu biasanya suka dipinjem temen, dan biasanya suka ada aja temen kampret yang lupa balikin buku kita. Nah, kalo bukunya dalam bentuk ebook, nggak bakalan deh temen kita minjem ebook. Toh ebook itu file. Bisa dicopy-paste. Jadinya, buku kalian yang berbentuk ebook itu nggak akan mudah hilang. Kecuali kalo hp kalian yang hilang, ya ebooknya ikutan hilang.
3. Ebook Nggak Akan Sobek
Pernah nggak, kalian lagi asyik-asyiknya baca buku, pas buka halaman berikutnya, ternyata ada halaman yang hilang? Atau ada beberapa halaman yang malah kosong? Suka sebel nggak sih kalo dapet kejadian itu? Gue juga pernah, waktu lagi baca buku, eh tiba-tiba halamannya ada yang kurang. Nah, kalo ebook, nggak bakal kayak gitu. Karena ebook bukan terbuat dari kertas, maka halaman-halaman di ebook nggak bakal sobek. Artinya: buku kamu bakal tetep utuh sampe kapan pun! Kelebihan lainnya: ebook nggak bakal rusak, nggak bakal kena noda, dll. Kalian pernah nemu halaman buku yang kotor karena noda saus atau kopi? Pernah nemu halaman yang rusak karena air hujan? Kalo die book, hal-hal seperti itu nggak bakal ada. Keren, kan?
4. Ebook Itu Sahabat Alam
Ini yang paling gaul nih. Kalian pernah denger gerakan stop merokok untuk melindungi alam? Yap, ebook adalah salah satu gerakan melindungi alam. Kenapa? Karena ebook nggak pake kertas. Kalo belum tahu: kertas-kertas yang ada di buku itu terbuat dari pohon. Semakin banyak buku dicetak, maka semakin banyak juga pohon yang ditebang. Kalo ebook? Tentu saja ebook nggak menebang pohon, karena ebook menggunakan media elektronik. Jadi, kalo kita bikin buku dalam bentuk ebook, kita udah menyelamatkan nyawa pohon.
Hubungannya sama melindungi alam? Ya itu, kita udah menjaga kelestarian dan populasi tumbuhan. Semakin banyak kita menyelamatkan pohon, maka semakin hijau bumi ini. Kalo kalian nggak bisa berhenti merokok untuk menyelamatkan pohon, ya minimal kalian bikin ebook lah. Daripada nulis-nulis nama mantan, terus ujung-ujungnya jadi sampah juga, mending nulis-nulis di blog. Kalo tulisannya udah banyak, bisa diconvert ke bentuk ebook. Kan lumayan, selain punya karya, kita juga melindungi alam.
***
Jadi, apa ini dari ini semua? Intinya adalah: ebook mengajak kita untuk berhenti nulis-nulis nama mantan di kertas. Udah cukup lah kalian nulis-nulis nama pacar di bio twitter. Seriusan. Itu udah cukup kok. Cukup alay. Dan jangan menambah kealayan kalian dengan nulis-nulis nama mantan di kertas, kalo ujung-ujungnya itu kertas malah disimpen di kolong meja sekolah, terus dimasukin ke tong sampah sama anak piket, terus mencemari bumi. Look, hanya karena nulis-nulis nama mantan di kertas, kalian sudah mencemari bumi. Itu tidak baik, teman-teman..
Kita nulis sebuah cerita yang berhubungan dengan Go Green. Berikut ini infonya gue copas dari catatan fanspage EbookLand:
| Lomba Menulis Berbasis Go Green. | ||
Hardy Zhu adain lomba nulis lagi nih. Kali ini tema dan konsepnya benar-benar beda. Hardy adain lomba ini sebagai ajang kreatif untuk menggalakkan go green secara sederhana. Seluruh pemenang dari lomba nulis ini karyanya akan dibukukan dalam bentuk e-book dan dijual secara komersil melalui toko buku khusus e-book. Hardy pun mempercayakan aplikasi SCOOP yang dapat ditampilkan melalui perangkat seperti iPad, Android, dan Windows Phone sebagai pemasar dari hasil e-book yang sama-sama kita rancang sebentar lagi.
Lomba menulis ini juga bertujuan untuk memperkenalkan EBOOKLAND, yaitu sebuah wadah untuk mengumpulkan penulis dan pembaca e-book. EBOOKLAND dan Hardy Zhu berharap dengan adanya lomba menulis ini, sedikit demi sedikit pohon-pohon akan terselematkan dari eksploitasi produksi kertas.
Peserta yang ikut berpartisipasi dalam lomba ini juga secara tidak langsung berperan dalam menyelamatkan pohon dengan e-book.
Syarat:
*Umum
1.) Like fanpage EBOOKLAND. untuk tahu update info dan terbitan ebook terbaru.
2.) Like fanpage Hardy Zhu sebagai penyelenggara lomba.
*Khusus
1.) Tulislah sebuah cerpen dengan ide dan genre bebas yang membahas tentang ‘cinta’ dan ‘pohon’.
2.) Panjang naskah 8-10 halaman, spasi 1,5, Times New Roman, font size 12, margin 3333.
3.) Nama file naskah ketik dengan format: nama penulis (spasi) judul naskah.
Pengiriman:
Kirim naskah beserta biodata lengkap berbentuk narasi (jadikan satu file) ke alamat email: redaksi.rotterdam@gmail.com (attachmennt file), dengan subyek email: “Lomba menulis EBOOKLAND”.
Batas Waktu:
- Naskah diterima mulai tanggal 17 Juli 2014 sampai dengan tanggal 17 Agustus 2014.
- Pemenang diumumkan di fanpage EBOOKLAND pada tanggal 31 Agustus 2014.
Hadiah:
1.) Akan dipilih 10 karya terbaik yang akan dibukukan dalam bentuk e-book bersama karya Hardy Zhu dan dijual secara komersil di aplikasi SCOOP.
2.) 10 pemenang berhak mendapatkan masing-masing e-book “Kumpulan Rahasia di Dunia yang Wajib Diketahui”.
3.) 10 pemenang juga berhak memperoleh kontrak penerbitan di EBOOKLAND dan kerjasama dengan sistem royalti.
Ayo ikut berpartisipasi dan selamatkan pohon kita dengan ebook!
Untuk info lebih lanjut, silakan klik:
https://www.facebook.com/pages/Ebookland/1511610965717234?sk=timeline
***
Tuh, caranya gampang banget, kan? Makanya, ayo ikutan! Mari berkarya, mari selamatkan alam jagad raya!
Ini bentuk partisipasi gue dalam go green:
Gue menghijau! Gue sudah Go Green! Subur.. ini gaya kamu, kan?! *sambil gebrak meja*
***
Tambahan:
Minal Aidzin Walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin, ya teman-teman! Oh iya, tahun ini nyokap gue nggak bikin ketupat. Gue udah bilang, "Bu, kita harus Go Green, bu!"
Alhasil ketupat gue bentuknya ebook.


0 comments
Post a Comment