Thursday, 12 December 2013

Catatan Akhir Semester

Setelah melewati ulangan dan ujian praktik, akhirnya gue punya waktu buat nulis di blog yang tidak jelas ini. Niatnya sih dari kemarin-kemarin mau update, tapi apa daya jika memang kesibukan memaksa untuk tetap fokus pada tugas sekolah. Malesin bingit..

Oke, sekarang gue mau nulis apa ya?

Sebelum nulis memang banyak yang mau dituangkan, tapi begitu jari mulai ngetik, semua yang ada di kepala hilang begitu saja. Mungkin karena beberapa faktor, terutama cemilan yang nggak ada.

Iya, penulis yang baik itu kalo mau nulis harus ditemani cemilan. Tapi sekarang lagi nggak ada cemilan. Mau beli tapi nggak megang uang. Lenyap sudah semua yang mau ditulis. Jadi penulis yang baik susah ya..

***

Hmm..

Setelah dipikir-pikir (untung juga masih bisa mikir) gue mau cerita tentang apa aja yang gue lakukan selama menjelang ulangan.

Nama gue Raka, dan gue siswa kelas 3 di SMK Chemica Bandung. Jurusan Analis Kimia. Sebenernya, gue juga nggak mau masuk analis. Tapi nyokap gue berhasil mengubah pikiran gue dengan hasutan mautnya. Jadi, begini ceritanya..

Ibu: "Ka, lulus SMP mau lanjut ke mana?"

Gue: "SMA, Bu.."

Ibu: "Oh.. Kirain nikah."

Gue: "Eh buset.. -__-"

Ibu: "Bercanda. Ngomong-ngomong, mau masuk ke mana?"

Gue: "Ke SMA 9 Bandung."

Ibu: "Kalau ibu masukin analis kimia, mau?"

Gue: "Nggak mau ah."

Ibu: "Kalau ibu kasih uang 500rb, mau tapi?"

Gue: "Ya elah, nyogok segala, bu. Oke lah, deal."

Ternyata harga diri gue lebih rendah dari uang 500ribu.

Kemudian gue menjalani masa-masa membosankan bersama teman-teman seperjuangan. Banyak hal yang kita lakuin, mulai dari berbagi contekan, berbagi makanan, sampai berbagi mantan pun.. sering.

Nggak kerasa dua tahun gue bersama mereka. Makin hari sifat gue makin seperti anak tapir yang tersesat. Gue jadi liar, brutal, dan menyeramkan. Ngg, iya nggak semengerikan ini juga sih.

Setiap hari pekerjaan gue adalah datang, duduk, jajan, lalu pulang. Hingga akhirnya hal itu menyebabkan sebuah tragedi yang tidak dapat dilupakan. Benar, itu adalah saat pembagian raport. Nyokap dateng ke sekolah mengambil hasil ulangan dan bertanya-tanya.

Ibu: "Liat nih, Ka."

Gue: "Kenapa, bu?"

Ibu: "Kok jelek gini sih?"

Gue: "Nilainya?"

Ibu: "Poto kamu."

Gue: "Biuu.. :(("

***

Sampai pada akhirnya gue tekadkan untuk belajar lebih serius. Gue menghabiskan waktu bersama orang-orang hebat. Ada:

1. Rifal Ramdhani (Anak Band)

2. Irvan Arifin (Anak Motor)

3. Arif Saeful (Anak Orangtuanya)

Bersama ke-tiga anak ini, hidup gue berubah drastis seribu derajat dari yang awalnya hancur, kini jadi sangat hancur tak tertolong.

Haha. Nggak, bercanda woy.

***

Baiklah, kita mulai aja sekarang. Semua ini berawal dari...

Dari mana ya? Lupa gue. Langsung aja deh.

Hal-hal yang gue lakuin selama satu bulan sebelum ulangan:

1. Gue sempet nggak masuk sekolah beberapa hari. Dalam satu minggu, gue cuma masuk 1 kali. Hari rabu doang. Senin tidur di rumah, selasa diem di warnet. Kamis di kuburan. Jumat di rumah temen. Dan sabtu gue dateng ke sekolah, 5 menit, lalu pulang lagi.

Alhasil pas senin depannya masuk gue ditanyain sama guru.

Guru: "Senin kemarin ke mana, Ka?"

Gue: "Tidur di rumah, pak."

Guru: "Oh.. Nggak dimarahin orang tua?"

Gue: "Alhamdulillah, nggak. Udah bilang kok, pak."

Guru: "Memangnya kenapa tiduran di rumah? Bukannya sekolah?"

Gue: "Iya, pak, jadi pas bangun tidur tuh badan saya serasa remuk. Curiga semalem ada Hulk menyelinap ke kamar. Lalu meluk dari belakang."

Guru: "....."

Kemudian gue diusir dari kelas dan berjemur di lapangan sambil hormat ke tihang bendera. Kmpret emang.

2. Gue juga pernah bolos sekolah dan jadinya malah ngopi di warung. Jadi waktu itu lagi hujan, otomatis gue pasti kebahasan kalau maksa dateng ke selolah. Ya udah gue lari ke warung terdekat aja daripada gue kebasahan dan temen-temen nanya "woy kampret, abis renang di mana lo?" kan nggak enak juga.

Maka dengan penuh rasa terhormat, gue bersembunyi di warung. Namanya Warcin. Alias Warung Cina, itu karena pemiliknya orang cina. Dan setiap gue dateng terlambat pasti larinya kesitu. Sampe-sampe gue punya slogan sama si Rifal.

Rifal: "Ka, lain kali kita sengaja aja dateng terlambat."

Gue: "Sepakat!"

Rifal: "Lo giliran diajak sesat cepet banget sepakatnya."

Gue: "Hehehe."

Rifal: "Tapi, setiap telat, mampir dulu ke sini."

Gue: "Boleh tuh.."

Rifal: "Namanya Dalacin. Jadi besok-besok kalau gue sms 'Dalacin' artinya lo ke sini."

Gue: "Oke, tapi, Dalacin singkatan dari apa?"

Rifal: "Dalacin itu Datang Telat Langsung ke Warcin."

Gue: "....."

Dan semenjak saat itu, setiap 15 menit mau bel masuk gue sama Rifal pasti Dalacin dulu.

3. Seperti yang gue katakan di awal, gue pernah bolos ke warnet juga kan. Nah, gue di warnet bareng Arif sang Dewa Judi. Pertamanya sih gue ke warnet karena waktu itu mau ngerjain tugas, kebetulan di rumah gue nggak ada printer, cuma ada komputernya doang. Jadi harus ngeprint di warnet.

Dan benar sekali, niat ngeprint gue malah jadi niat bolos di warnet. Kemudian gue main judi sama Arif.

Arif: "Lo ngeprint doang ka?"

Gue: "Iya, langsung ke sekolah."

Arif: "Ah mending main warnet sama gue di sini."

Gue: "Main apaan?"

Arif: "Poker. Hehehe."

Gue: "Hmm.."

4. Terakhir hal yang gue lakuin sebelum ulangan adalah: hujan-hujanan.

Gue biasanya berangkat bareng Irvan. Tapi suka diem dulu di rumahnya, sama Rifal. Jadi kita bertiga tuh udah kayak magnet yang pasti ke mana-mana barengan. Dan gue pun banyak menghabiskan waktu bersama kedua anak ini yang sifatnya GILA SINTING BINGIT NYET.

Ceritanya kan gue suka diem dulu di rumah si Irvan, abis itu Dalacin. Jam setengah 2 baru masuk kelas. Nah akhir-akhir ini lagi musim hujan. Jadi gue selalu kehujanan. Mau gimana lagi, daripada membangkai nggak jelas dan badan gue mengering ya mending berangkat kan.

Gue: "Berangkat sekarang aja yuk?"

Irvan: "Kan masih hujan kampret."

Gue: "Nggak apa-apa, kegantengan gue nggak akan luntur kok."

Rifal: "TERSERAHH!!"

Irvan: "Mending tunggu reda aja."

Gue: "Kenapa?"

Irvan: "Menurut legenda, orang yang suka hujan-hujanan, tubuhnya akan berubah jadi siluman kodok."

Gue: "Eh serius lo?"

Irvan: "Iya serius.."

Gue: "Serius?"

Irvan: "Iya.."

Gue: "...."

Irvan: "....."

Gue: "Serius....?"

Kemudian pantat gue di colok-colok pake asbak.

***

Ya, itulah yang gue lakuin selama menjelang ulangan. Hasilnya?

Nilai ulangan gue lumayan, rata-rata nilai tujuh dan delapan. Untuk kimia sendiri gue dapet sepuluh.

Dan teman-teman gue yang lain dapet seratus.

Ah kampret.

0 comments

Post a Comment