Saturday, 5 September 2015

Antara Sendirian Dan Kesepian

Kurang lebih seminggu yang lalu, gue bikin video berjudul "KOSONG!" bareng Candra (@candraardian10) dan Kiki (@kandrian99) yang diupload di Instagram.

Secara singkat, video itu nyeritain tentang jomblo. Jadi, awalnya kami bertiga lagi pada ngumpul. Terus tiba-tiba si Kiki nunjukin salah satu trik sulap, diikuti oleh Candra yang juga ikutan pamer trik sulap. Nggak mau keliatan cemen, gue pun ikut-ikutan sotoy buat sulap. Tapi karena inget sama status "jomblo", jadinya gue malah baper.


Kalo mau liat videonya bisa klik: https://instagram.com/p/63bX5wPxNP

Nah, sehubungan sama jomblo, sekarang gue mau share opini tentang "Sendirian" dan "Kesepian" yang mungkin kebanyakan orang belum bisa ngebedainnya. Bukannya apa sih, gue cuma suka kesel aja sama orang yang beranggapan bahwa jomblo itu selalu ngenes, jomblo itu menyedihkan, jomblo itu makanan tapir, dan berbagai asumsi suram lainnya. Padahal, nggak semua jomblo itu ngenes kok. Ada beberapa orang yang lebih memilih jomblo, tapi bisa tetap bahagia. Kayak temen gue si Kayla, misalnya.

***

Waktu itu pertengahan bulan Januari 2015, gue saling berbagi cerita sama Kayla. Dia mahasiswi sastra di salah satu universitas Indonesia, usianya satu tahun lebih tua dari gue.

"Lo banyak ngasih masukan ya buat gue. Ditambah lagi kata-kata lo keren banget." kata gue, di tengah-tengah obrolan.

"Iya lah, gue kan udah berpengalaman dalam urusan asmara. Hahaha."

"Eh tapi, lo sendiri sekarang masih jomblo. Katanya berpengalaman, kok sendirian?"

Kayla senyum, "Nggak semua yang sendirian itu kesepian. Lagian, gue milih jomblo bukan nggak mau nyari pasangan, tapi karena emang belum nemu orang yang sejalan."

"Penting ya, pacaran sama orang yang sejalan? Bukannya dua hal yang sama itu saling mengerti, dan dua hal yang berbeda itu saling melengkapi? Jadi, nggak harus selalu yang sejalan dong?" tanya gue lagi.

"Iya sih, tapi kan, cinta itu cocok-cocokan. Ada yang cocok karena banyak persamaan, ada juga yang cocok karena banyak perbedaan. Nah, kalo gue, milih yang banyak persamaan. Bukannya hidup itu pilihan?"

Gue tertegun dan terdiam beberapa menit.

"Tapi ya, balik lagi ke awal sih. Cinta itu kan tujuannya buat nyari kebahagiaan." sambung Kayla, "Kalo pacaran tapi nggak bahagia, ngapain harus dijalanin juga?"

"Jadi, sekarang lo bahagia meskipun jomblo?"

"Ya.. gitu deh."

"Mau jomblo sampe kapan?"

"Hmm.. kalo misalkan lo itu satu-satunya ikan guppy di aquarium, terus ada orang yang nawarin lo buat pindah ke laut supaya nggak sendiri lagi, lo bakal milih tetep di aquarium atau pindah? Kalo gue, bakal tetep di aquarium."

"Kenapa? Bukannya ada banyak ikan di laut?"

"Nah, itu dia masalahnya. Ikan emang banyak. Tapi inget, laut bukan habitat guppy. Percuma gue pindah ke laut kalo di sana gue nggak berbaur sama ikan lain. Konteks-nya lagi ngomongin pacaran, kan? Nah kalo perumpamaannya gue itu ikan guppy, masa iya gue harus maksain pacaran sama ikan paus cuma buat ngejar status?"

Sampe di obrolan ini, gue jadi semakin serius nyimak penjelasan Kayla.

"Jadi, daripada maksain pacaran sama yang nggak cocok, mending jomblo aja ya.."

Kayla mengangguk.

"Lo tahu kenapa meskipun jomblo gue bisa tetep bahagia? Karena bukan sendirian yang bikin hidup gue terasa menyedihkan. Tapi kesepian. Faktanya, sendiri nggak selalu berarti sepi."


Setelah mendengar kata-kata itu, gue jadi sadar bahwa jomblo itu nggak sengenes apa yang selalu gue kira. Jomblo itu nggak sesuram apa yang orang-orang bilang. Dan satu lagi, jomblo juga bisa bahagia. Karena kebahagiaan manusia bukan diukur dari status hubungannya, tapi dari bagaimana cara mereka menjalani hidupnya.

How to be happy its easy. So why must be always seriously? Sometimes, we just need to be stranger to be different. Follow your interest, not follow your arround.

Well, dear people who always complain about their relationship, if you are not happy, just end it.

Ya, buat kamu-kamu yang selalu ngeluh dan komplen tentang hubunganmu, kalo kamu nggak bahagia, ya udah..

Udahin aja.

0 comments

Post a Comment